Cukup sajalah aku menikmatimu dari karya-karyamu,
mencoba puas hanya dengan tersenyum melihat kabarmu melalui dunia maya..
aku tak berani menyapamu terlalu jauh..
terlalu takut untuk terlibat dengan segala urusan hati yang kadang kala justru menyakiti..
Hanya dengan menatap karya-karyamu lama-lama itu sudah cukup untukku,
Selalu kuyakinkan hatiku bahwa aku hanya mengagumi sosoknya..karena karyanya begitu luar biasa..
tapi mungkin rasa ini sudah terlalu lama terpendam hingga begini mengakar..
hingga sulit sekali kusamarkan..
Aku masih berkeras bahwa aku bukan siapa-siapa dan tak akan mungkin kita bertemu dalam dunia nyata..
Aku hanya mengaguminya itu saja.. ada banyak kelebihannya yang bisa aku kagumi bukan? lantas apanya yang tak mungkin untuk kujadikan alasan..
alasan..itulah yang sering sahabatku katakan,
yah mungkin dia lebih pandai menerka hatiku..
segala rasa ini yang kusamarkan dengan istilah "kagum" dengan gampangnya ia kuak..
aku tak tau apa dia serius mengetahui rasaku ataupun hanya bercanda..
tapi sebelum sempat aku mengingkarinya hatiku membenarkan kata-katanya..
Apa yang bisa aku buktikan jika faktanya aku sendiri tak tau apa yang aku rasakan..
Tapi yang jelas aku rasa bahwa aku semakin hari semakin mengaguminya..semoga ini bukan asmara :)
Welcome to my zone !
Kenali..Pahami..dan silakan simpulkan sendiri seperti apa dunia saya :)
My Archives
Labels
- Catatan untuk kita (11)
- Cerita untuk sahabat (1)
- Intermezzo (4)
- Klasik :p (1)
- Tentang Sistem Informasi Akuntansi (13)
Diberdayakan oleh Blogger.
who i am ?
Aku tak selalu seperti apa yang kau lihat..tak selalu seperti apa yang kau dengar..tak selalu seperti apa yang kutulis dan aku tak selalu seperti apa yang kamu pikirkan :)
About Me
Followers
Links
My Word
Tak apa punya masa lalu yang buruk..
Manusia bukan TUHAN yang terlahir sempurna.. masa lalu bukan hal yang memalukan! Masa lalu adalah awal masa depan!!! No Regret !!!
Feeds
Label:
Cerita untuk sahabat
komentar (0)
Label:
Catatan untuk kita
komentar (0)
Kamu
bercerita padaku tentang sebuah pembelajaran yang sempurna, tentang segala kata
yang hanya kelu di lidah tanpa pernah sempat untuk terucap dan semua rasa yang
hanya bisa dibisikkan pada angin dan
berharap akan sampai padanya.
Bagiku
waktu adalah bagian dari pembelajaran sempurna yang kamu ceritakan padaku, dia
memberiku sebuah masa lalu yang penuh kenangan yang bahkan mungkin takkan
pernah bisa aku lupakan. Waktu memberiku sebuah kesempatan atas segala
kesalahan yang pernah aku lakukan, dia memberiku sebuah penyesalan dan
menawarkan sebuah pilihan “tetaplah dalam penyesalan atau berdamai dan menjadi
seorang yang lebih baik”. Waktu selalu berbaik hati, dia menawarkan sebuah
harapan yang aku sebut masa depan.
Dan pada
akhirnya waktu jugalah yang akan mengungkap jawaban atas seperti apa masa depan
kita nanti. Dia akan menjawab pertanyaan-pertanyaan yang seringkali mengusik
hati dan pikiran ini. Walaupun sejatinya dia bukan penentu, dia hanya penjelas.
Dia mengubah garis kasar sketsa masa depan yang telah kita goreskan tanpa sadar
menjadi sebuah warna dan garis tegas yang mampu ditafsirkan oleh logika kita.
Waktu
selalu memberikan kita begitu banyak kejutan, bukan? dia memberiku hadiah lewat
sebuah pertemuan. sebuah pertemuan yang sebelumnya tak pernah terlintas sama
sekali. Sebuah pertemuan yang menghadirkan simpul-simpul baru, membentuk sebuah
ikatan yang bahkan terkadang tak kita sadari karena waktu merajutnya dengan
begitu rapi.
Seperti
apa wujud sebuah “waktu” yang begitu hebat itu? Abstrak.. logika kita tak akan
mampu untuk menafsirkannya. Waktu hanyalah sebuah ruang imaji yang tak
menghadirkan sosok nyata tapi dia mampu merubah segalanya bahkan perasaan
seseorang.
Betapa
tidak? Sekeras-kerasnya batu ketika dia termakan oleh usia, seiring berjalannya
waktu batu itu akan mengalami pelapukan, keras berubah menjadi lunak. Apalagi
hati kita, yang notabenenya tak mungkin sekeras batu. Waktu pasti akan
meluluhkannya.
Katamu,
biarlah waktu yang mengajarkan kita untuk tetap ikhlas.
Tapi
waktu tak akan pernah mengajarkan kita sebuah keikhlasan ketika kita sendiri
tak pernah berjuang untuk mengikhlaskan. Ketika kita sibuk untuk tetap mengais
puing-puing masa lalu, memaksa waktu untuk mundur tak akan ada keikhlasan yang bisa ditemukan. Waktu
memang mengajarkan kita, tetapi KITA adalah penentu. Akankah kita mau mengikuti
apa yang ia ajarkan atau mengabaikannya dan terpuruk dalam penyesalan dan
keputus asaan.
Seperti
apa sang waktu akan menuntun ku? Seperti apa sang waktu akan merajut kisah
hidup ku? Entahlah..biarlah mengalir apa adanya. Yang aku tau aku bersyukur
untuk saat ini, untuk kisah ku. Untuk semua yang menghiasi hidupku sampai pada
saat ini.
Label:
Klasik :p
komentar (0)
Dear Mr. Insomnia
Aku tak berharap kamu membaca tulisanku ini, dan aku harap kamu ngga
marah gara-gara tulisan asal-asalan ini. Hanya saja aku rasa suatu hari nanti
ketika aku membaca ini aku akan bisa tertawa dan mengenang masa-masa kebodohan
dan kegilaan kita.
Siapa yang mengira kita akan menjadi sebuah simpul, tak pernah aku
memikirkannya sama sekali. Hubungan yang berjalan entah dari mana asalnya dan
entah atas nama apa, kamu dan aku hanya langsung saja menjadi sebuh simpul. Tak
rumit, sederhana bahkan teramat sederhana. Dan ajaibnya simpul kita tak
mengikat sama sekali, atau mungkin ini bukan suatu simpul? Ahh perasaan apa
yang aku rasakan dan perasaan apaa yang kamu rasakan tak ada yang pernah membahasnya,
kita mungkin sudah terlanjur menikmati semua ini. Aku tak ingin memulainya atau
mungkin kita tak ingin memulai suatu ikatan yang rumit atas simpul yang kita
ciptakan. Atau ada hal lain? Ya siapa yang tau...
Tersenyum untuk setiap pertanyaan yang mereka lontarkan atas hubungan
kita, aku dan kamu tak ada yang ingin memperjelasnya, biarlah tetap begitu. Biarlah
kita yang tau seperti apa hubungan kita sebenarnya, atau kitapun juga tak tau? Ahh
itu sama sekali bukan masalah :D
Tak ada yang perlu diperjelas atau pun dipertegas atas hubungan antara
kita, hanya perlu yah emm menikmatinya dan bersyukur mungkin.. aku rasa
mengikuti aturan main yang ada selalu lebih baik.
Dan sepertinya simpul kita ini anehnya bukan semakin mendekatkan tapi
justru semakin menjauhkan, buktinya jarak rumah yang tadinya bisa ditmpuh 5
menit berubah jadi 15 menit... #upps :D
Selamat menempuh ujian skripsi and good luck :D
Nb : kita (baca) aku dan kamu.. maaf ngga ada istilah kita harusnya itu
..lol:p
Label:
Catatan untuk kita
komentar (0)
Dan ini yang membuatku benar-benar meneteskan air mata..
tak ada jawaban yang bisa aku temukan atas sebuah pertanyaan "Apa kesalahan Bangsa Indonesia yang sesungguhnya?" entah karena memang tak ada jawabannya atau karena terlalu banyak jawaban? aku rasa yang terakhir lebih tepat.
lihat video ini..dan lihat betapa bodohnya kita :')
Label:
Catatan untuk kita
komentar (0)
Selamat pagi
Februari, selamat pagi embun, dan selamat pagi kamu..
Apa tidurmu
semalam nyenyak ? itu selalu menjadi rutinitasku tiap pagi, menyapa mereka yang
aku sayangi.
Aku terbiasa
dengan embun tebal, bahkan lebih tebal dari pagi ini. Aku menyayanginya, melihatnya seolah melihat
sebuah harapan baru. Walaupun hanya tetes-tetes lembut yang bahkan tak terasa
walaupun adakalanya ia terasa, seperti halnya harapan kadang ia terasa hingga
membuat kita lupa dan berharap terlalu jauh hingga akhirnya jatuh dan terluka
namun kadang kala kita tidak merasakannya walaupun sejatinya harapan itu selalu
ada bagi setiap mereka yang hidup dan tentunya percaya. Harapan yang
sesungguhnya bagiku dan bagi dunia nyataku adalah setipis embun, halus, dan
kadang kala memang terasa tapi seringkali tidak.
Aku tumbuh di
alam bebas, aku mencintai alam. Sangat indah saat pagi hari mendengar riuhnya
kicau burung di atas sana. Saat mentari beranjak naik orang-orang akan sibuk dengan
aktifitasnya, para ayah berladang dan ibu-ibu itu sibuk dengan obrolan mereka
di pinggiran sungai. Tapi itu dulu, saat aku masih kecil, duduk di pematang dan
melihat para petani mengusir burung-burung nakal. Berlarian di pematang demi
menangkap capung-capung yang seharusnya tak aku lakukan. Tapi aku masih terlalu
kecil saat itu, terlalu kecil untuk mengerti arti bahwa hewan itupun
menginginkan kebebasan.
Tapi semuanya
sekarang telah berubah, bahkan tempat bermainku pun tak lagi sama. Bahkan aku
bisa menulis seperti ini yang dulu tak mungkin bisa aku lakukan. Dulu sejauh
mata memandang, sejauh jalan yang kutempuh antara rumah dan sekolah dasarku,
padi-padi dan rumput ilalang menghiasi menghijau atau bahkan sudah menguning
dan siap memberi kebahagiaan. Tapi sekarang sejauh yang bisa aku lihat
gedung-gedung itu yang menjadi penghias di sepanjang perjalanan ku menuntut
ilmu.
Sebenarnya dunia
kita menuju kehidupan yang lebih baik atau menuju kebobrokan yang lebih nyata,
semua serba gampang dan cepat. Aku sendiri pun tak perlu berjalan kaki untuk
pergi menunutut ilmu, yang dulu selalu menjadi rutinitasku. Tapi apa itu
benar-benar sebuah kemajuan? aku dulu belajar dari alam, belajar untuk bisa
mencintai mereka seperti mereka memberi kebahagiaan untukku. Aku merindukan
tempat bermain dulu. Semua alat bermain canggih dan modern yang ada saat ini,
apa itu benar-benar memberi mereka pemahaman yang jauh lebih baik daripada aku?
Alat bermainku dan mungkin teman-teman yang sekarang seusia denganku adalah
hanya alat-alat kuno, tak perlu mengeluarkan biaya untuk memperolehnya. Alam menyediakannya
gratis untuk putra-putrinya. Aku merindukan masa-masa itu. Boneka sawah, gubug
sawah, lumpur-lumpur itu, ahh semuanya telah berubah. Kehidupan yang katanya
menuju ke arah yang lebih baik, kehidupan yang katanya menuju ke arah modern
senyatanya hanya pengrusakan alam dalam skala besar. Untuk apa semua fasilitas
dan kemajuan tatanan kota kalau masyarakatnya tidak diajari untuk mencintainya?
Aku memang ikut
menikmati perkembangan jaman ini, ikut menikmati fasilitas dan semua alat
modern yang ada. Tapi apa orang-orang di desa, orang-orang yang tak bisa
meninggalkan desa yang hanya bergantung dengan alam dan tak memahami fasilitas
modern ini bahagia? Kemajuan itu apa hanya untuk kita kaum intelek? Lalu bagaimana
nasib mereka? Aku harus menemukan solusinya? Aku rasa memang kita yang harus
menemukan solusinya. Semua berubah dan kita harus menjadi bagian dari perubahan
itu. Tengoklah sebentar dunia nyata kalian, tempat dulu kalian bermain, tengoklah
tetangga kalian yang tak seberuntung kalian, tengoklah sebentar dan pahamilah
bahwa kemajuan dan kemakmuran harusnya mengikutsertakan mereka bukan hanya
orang-orang berdasi dan bersepatu kinclong yang menggunakan mobil-mobil mewah. Gerobag-gerobag
sapi itu juga bagian dari negara ini, alam juga bagian dari negara ini. Bisakah
kita tak menyia-nyiakan pengorbanannya? Pertanyaaan untuk diriku sendiri dan
untuk kita.
Akan seperti apa
aku tumbuh? Akan menjadi apa aku nanti? Bisakah aku menjadi agen perubahan yang
nyata bukan hanya lewat tulisan ini? Aku hanya harus tetap maju dan membuktikannya bukan? Kita akan lihat seperti
apa aku nanti, dan semoga tulisan yang aku buat sendiri ini menjadi pengingat
apa yang seharusnya aku lakukan, kita lakukan. Dan kamu, dimanapun kamu selamat
pagiku selalu tertuju untuk kamu, hanya setipis embun dan sehalus hembusan
angin. Hanya sebatas itu memang tapi aku percaya suatu saat kamu akan
mendengarnya. Sekarang jalankan misimu Tuan, hingga kita memang pantas meraih
kemenangan. Seperti sebuah kata ajaib milik sahabatku “Aku lebih suka memendam
rasa, karena aku mengharap akhir yang istimewa”. Kamu akan, kita akan.
Happy Saturday..
Welcome to my life Februari...
Label:
Catatan untuk kita
komentar (0)
Namaku
Bintang, aku mencintai hujan dan saat ini di luar hujan turun dengan damainya. Andai
aku masih kanak-kanak maka aku saat ini ada di bawah guyurannya, sayangnya aku
sudah cukup umur untuk dianggap gila hujan-hujanan malam-malam begini. Hujan selalu
mendamaikan, setidaknya untukku. Aku hanya remaja biasa sama seperti kalian.
Mungkin remaja yang cukup beruntung, yah setidaknya itu menurutku. Keluargaku
benar-benar keluarga yang biasa tidak kaya tapi tidak terlalu miskin. Aku
tumbuh di sebuah kota, bukan kota besar memang tetapi cukup layak untuk disebut
kota di wilayahku tentunya. Aku tumbuh layaknya remaja biasa, bermain,
bercanda, tertawa, menangis, bertengkar dan tentu saja aku juga merasakannya.
Sebuah kegilaan kecil yang menjadi bagian penting dalam ceritaku ini yaitu
cinta.
Kegilaan
kecil yang pada akhirnya menjadi kenangan terindah dalam hidupku, kamu. Awalnya
tentu saja aku tak pernah mempedulikannya. Semua sama saja, semua teman dan
habis perkara. Selalu sesimple itu pikiranku, tapi sayangnya pikiran mereka tak
sesimple pikiranku. Dan mau ngga mau aku harus sedikit merubah pola pikirku.
Dunia maya
adalah awal mula penghubung aku dan kamu, yah itu sekitar tahun 2009 saat aku
dan kamu sama-sama masih remaja. Aku tak berharap lebih dari perkenalan singkat
di dunia maya itu. Ya karena sekali lagi pikiranku masih sesimple “aku hanya
menganggapmu teman jadi kamupun harus hanya menganggapku teman”. Cinta? Aku
sama sekali belum memikirkannya. Aku masih hafal nomer Hpmu yang kamu kasih
saat itu. Walaupun udah ngga aktif tentunya. Hubungan kita tak jauh berkembang,
hanya saling menyapa lewat sms dan itu juga kalau sempat.
Tapi takdir
berkata lain, ada satu moment yang sama-sama aku dan kamu ikuti, ya itu pertama
kali aku bertemu langsung denganmu. Cinta pada pandangan pertama? Aku tak
pernah mempercayainya hingga saat ini. Sekali lagi kita hanya teman, iya kan?
Atau aku salah? Aku terlalu cerewet dan memang itu bawaan dari lahir dan kamu
entah pemalu atau pendiam atau entahlah. Aku belum mengenalmu jadi aku hanya
bisa menebak seperti apa sifatmu. Moment yang panjang dan melelahkan kita lalui
bersama, tanpa saling sapa tentunya karena moment itu benar-benar bukan moment
yang pas untuk saling mengenal. Aku lupa-lupa ingat tapi kamu bilang saat akhir
moment itu, aku memanggilmu dan tersenyum padamu. Terlalu di dramatisir kali
ya, kamu bilang senyumku manis. Duh cukup dengan kealayan masa remajaku.
Hubungan kita
berjalan lancar ya selayaknya teman biasa, menyapa lewat sms yah masa-masa PDKT
katanya. Dan entah ceritanya itu gimana, aku dan kamu jadian. Masih ada satu
sms mu dari tahun 2010 yang masih aku simpan di Hpku. Entahlah aku hanya tak
ingin menghapusnya. Pacaran ? aku rasa aku hanya asal menjawab iya saat itu,
aku rasa aku sama sekali belum paham apa itu cinta. Jadi yang ada, hubungan
antara sesudah dan sebelum kata jadian itupun sama. Ngga ada jalan bareng, ngga
ada pulang bareng, ngga ada ketemu apalagi malem mingguan. Nothing! Aku menolak
semua ajakanmu, semua tawaranmu. Entah apa yang aku pikirkan, yah hanya saja menurutku
malu rasanya. Sampai hubungan kita berakhirpun aku belum pernah jalan bareng
sama kamu. Maaf untuk itu, aku hanya masih polos :p
Aku membuat
kesalahan yang besar yah setidaknya itu menurutmu. Menurutmu aku selingkuh,
menurutku aku cuma main bareng sama temen cowokku dan ngga pamitan sama kamu.
Aku ngga pernah ada niatan buat selingkuh, jalan bareng sama kamu aja ngga mau
ngapain selingkuh coba? Mikir ulang deh tuh :p ya tapi aku akui aku salah, dan
pantas kalau kamu cemburu. Dan intinya hubungan kita berakhir, atau justru
berkembang?
Setelah
hubungan itu hancur, justru aku dan kamu semakin dekat walaupun lebih banyak
berantemnya. Tapi aku mau diajak jalan sama kamu, perama kali kita main bareng
11 Juli 2010. Kamu mungkin lupa tapi aku ngga, kenapa? Yah hanya saja menurutku
aku perlu mengingatnya. Seharian kita main dan sayangnya seperti biasa sehabis
nyenengin aku kamu pasti bikin aku nangis. Tapi aku merindukan semua itu,
merindukan masa remaja kita. Merindukan saat-saat berantem yang seharusnya ngga
perlu sama sekali.
Setelah itu
banyak hal yang terjadi, aku sibuk dengan duniaku dan kamu juga sibuk dengan
duniamu. Aku sibuk dengan cintaku yang lain dan kamu juga. Masa-masa remaja
yang indah bukan? Hanya sesekali lewat dunia maya kita saling menyapa, hubungan
kita berakhir tapi tidak pertemanan kita. Setidaknya itu yang aku pikirkan.
Hingga
kelulusan sekolah menengah kita, aku tak pernah terpikirkan bahwa kamu akan
kembali menjadi bagian dari ceritaku. Tapi takdir berkata lain, akhir sekolah
akhir masa remaja kamu kembali dalam hidupku. Kita hanya mengulang siklus kita
yang dulu, kalau kamu tak membuatku menangis itu bukan kamu. Ada saja hal yang
kita permasalahkan, dan aku terlalu cengeng untuk tidak meneteskan air mata.
Sejak kapan aku cengeng? Ah ya aku rasa sejak aku mengenalmu dulu. Menyebalkan,
tapi saat ini masa-masa singkat itu yang benar-benar aku rindukan. Tapi semua
telah berlalu. Aku membuat pilihan yang salah atau lebih tepatnya dilihat dari
cara pandangmu aku membuat kesalahan. Dan itu membuat masa-masa itu menjadi
singkat. Kesalahanku mengakhiri semuanya bahkan pertemanan kita sekalipun. Kamu
menjadi orang yang berbeda. Dingin. Dan tentunya akulah orang yang harus
bertanggung jawab bukan? Maaf dariku tak akan mengembalikan apapun, aku tau
itu.
Kamu mungkin
tak akan lagi mempercayaiku, tapi entahlah aku hanya ingin sedikit lebih lama
bertahan dengan semua ini. Sifatmu yang dingin dan lain sebagainya, setidaknya
selama aku bertahan aku tau bahwa aku masih menyayangimu. Aku tak tau takdir
apa yang ada di depan sana. Akankah aku masih bisa menulis cerita kita esok
hari? Atau aku hanya akan jadi kenangan esok hari ? siapa yang tau.. setidaknya
sebelum aku menjadi kenangan aku ingin mengenangmu lebih lama, tertawa
seperti orang idiot saat mengenang kegilaan kita dan menangis lebih lama saat
aku merasa tersakiti atau bahkan menyakitimu. Setidaknya sebelum aku menjadi
kenangan aku masih bisa mengenang ini semua. Aku hanya mampu berdoa lebih lama
di setiap sujudku, menangis lebih deras. Entah karena berakhirnya hubungan kita
atau karena kita telah salah mengawali semuanya. Aku tau dan kamu juga tau dan
pasti semua remaja di dunia ini tau bahwa untuk kita, untuk agama kita hubungan
ini tak seharusnya ada. Tapi sungguh di sisi lain aku menangis dalam penyesalan
tapi di sisi lain aku berterima kasih atas semua kenangan ini. Aku ingin
menunggumu lebih lama.. tapi apa takdir akan berkata seperti itu ? ahh
setidaknya bisakah kamu menjadikanku sebuah kenangan? Bukan untuk menghantui
hari-harimu tapi setidaknya bahwa seorang Bintang pernah ada di hatimu di dalam
hidupmu. Aku tak akan pernah melupakan kalimat saktimu ini “kamu tau, aku masih sayang sama kamu.. rasa
sayangku tak pernah habis. Rasa sayangku ibarat air laut, terkadang ia pasang
dan terkadang ia surut. Namun tak pernah kering”. Nice, Terima kasih telah
menunjukanku sebuah pelangi yang indah di senja itu di pantai itu bersama
gerimis.
Terima kasih
pernah menyayangiku.. terima kasih pernah menjadi bagian dari hidupku.
Tapi
sejujurnya aku benar-benar merindukan kita yang dulu.. I miss the old you, Rain :’)
Ancaman
umum Sistem Informasi Akuntansi
Bencana Alam dan Ancaman Teroris
Kesalahan perangkat lunak dan / atau Peralatan Kerusakan
Kesalahan yang tidak disengaja (Human Error)
Kesalahan yang disengaja (Kejahatan Komputer)
Kesalahan perangkat lunak dan / atau Peralatan Kerusakan
Kesalahan yang tidak disengaja (Human Error)
Kesalahan yang disengaja (Kejahatan Komputer)
Kecurangan adalah mendapatkan
keuntungan yang tidak adil atas orang
lain, dengan cara :
membuat sebuah pernyataan palsu, representasi, atau pengungkapan
membuat alasan yang membuat seseorang melakukan tindakan tersebut
melakukan penipuan
membuat alasan sebagai pembenaran atas tindakannya
membuat sebuah pernyataan palsu, representasi, atau pengungkapan
membuat alasan yang membuat seseorang melakukan tindakan tersebut
melakukan penipuan
membuat alasan sebagai pembenaran atas tindakannya
Individu yang melakukan penipuan disebut sebagai penjahat kerah putih.
Bentuk
kecurangan
-Penyalahgunaan
aset
-Pencurian aset perusahaan.
Faktor terbesar untuk pencurian aset:
Tidak adanya sistem pengendalian internal
Kegagalan untuk menegakkan sistem pengendalian intern
-Kecurangan pelaporan keuangan
"... Perilaku yang disengaja atau ceroboh, baik dengan tindakan atau kelalaian, yang menghasilkan laporan keuangan secara material menyesatkan" (Komisi Treadway).
-Pencurian aset perusahaan.
Faktor terbesar untuk pencurian aset:
Tidak adanya sistem pengendalian internal
Kegagalan untuk menegakkan sistem pengendalian intern
-Kecurangan pelaporan keuangan
"... Perilaku yang disengaja atau ceroboh, baik dengan tindakan atau kelalaian, yang menghasilkan laporan keuangan secara material menyesatkan" (Komisi Treadway).
Alasan
melakukan kecurangan pelaporan keuangan
Menipu investor atau kreditor
Meningkatkan harga saham perusahaan
Memenuhi kebutuhan arus kas
Menyembunyikan kerugian perusahaan atau masalah lain
Meningkatkan harga saham perusahaan
Memenuhi kebutuhan arus kas
Menyembunyikan kerugian perusahaan atau masalah lain
Tindakan Komisi Treadway untuk Mengurangi Penipuan
Membangun lingkungan yang mendukung integritas proses pelaporan keuangan.
Identifikasi faktor-faktor yang menyebabkan kecurangan
Menilai risiko kecurangan dalam perusahaan.
Merancang dan melaksanakan pengendalian internal untuk memberikan jaminan telah diupayakan pencegahan terhadap tindak kecurangan
Identifikasi faktor-faktor yang menyebabkan kecurangan
Menilai risiko kecurangan dalam perusahaan.
Merancang dan melaksanakan pengendalian internal untuk memberikan jaminan telah diupayakan pencegahan terhadap tindak kecurangan
Auditor bertanggung jawab untuk
mendeteksi penipuan dengan cara :
memahami penipuan, mendiskusikan risiko adanya kecurangan laporan dengan anggota tim audit, mendapatkan informasi dengan mencari resiko faktor-faktor kecurangan, mengidentifikasi, menilai, dan menanggapi risiko, mengevaluasi hasil tes pemeriksaan, menentukan dampak kecurangan terhadap laporan keuangan, mendokumentasikan dan mengkomunikasikan apabila ada temuan, dan memasukkan fokus teknologi.
memahami penipuan, mendiskusikan risiko adanya kecurangan laporan dengan anggota tim audit, mendapatkan informasi dengan mencari resiko faktor-faktor kecurangan, mengidentifikasi, menilai, dan menanggapi risiko, mengevaluasi hasil tes pemeriksaan, menentukan dampak kecurangan terhadap laporan keuangan, mendokumentasikan dan mengkomunikasikan apabila ada temuan, dan memasukkan fokus teknologi.
Fraud
Triangle
1. Tekanan ( Pressure)
Motivasi atau dorongan untuk
melakukan kecurangan. Jenisnya :
bagi karyawan : keuangan, emosi, gaya hidup
masalah finansial : kondisi industri dan karakteristik manajemen
bagi karyawan : keuangan, emosi, gaya hidup
masalah finansial : kondisi industri dan karakteristik manajemen
2.
Kesempatan
(Opportunity)
Kondisi atau
situasi
yang memungkinkan seseorang atau organisasi untuk:
Melakukan kecurangan tersebut.
Menyembunyikan kecurangan
Mengkonversi pencurian atau penafsiran yang salah untuk keuntungan pribadi
Melakukan kecurangan tersebut.
Menyembunyikan kecurangan
Mengkonversi pencurian atau penafsiran yang salah untuk keuntungan pribadi
3.
Alasan
(Rationalization)
Pembenaran atas tindakan yang salah/ilegal.
Pembenaran, sikap yang menyatakan bahwa “saya tidak perlu jujur”, Kurangnya integritas pribadi sehingga encurian dihargai lebih tinggi dari kejujuran atau integritas.
Pembenaran, sikap yang menyatakan bahwa “saya tidak perlu jujur”, Kurangnya integritas pribadi sehingga encurian dihargai lebih tinggi dari kejujuran atau integritas.
Kecurangan
komputer
Setiap tindakan ilegal di mana pengetahuan teknologi komputer digunakan untuk perbuatan
jahat, melakukan investigasi dan melakukan pemerasan.
Munculnya kecurangan komputer
Biasanya
disebabkan karena adanya pengertian yang tidak disepakati, banyak kecurangan
yang tidak terdeteksi, tidak adanya pelaporan, kurangnya keamanan jaringan,
panduan langkah-langkah yang mudah tersedia, belum adanya penegakkan hukum dan
kerugian sulit untuk dihitung.
Klasifikasi
kecurangan komputer
-masukkan kecurangan/input fraud
Perubahan atau memalsukan masukan/input
-proses kecurangan
Menggunakan sistem yang tidak sah
-Instruksi kecurangan Komputer
Memodifikasi perangkat lunak, penyalinan ilegal perangkat lunak, menggunakan perangkat lunak dengan cara yang tidak sah, menciptakan software untuk menjalankan kegiatan yang tidak sah
-Data Fraud
secara ilegal menggunakan, menyalin, browsing, mencari, atau merugikan data perusahaan
-Output fraud
Mencuri, menyalin, atau menyalahgunakan hasil cetakan komputer atau informasi yang ditampilkan.
Perubahan atau memalsukan masukan/input
-proses kecurangan
Menggunakan sistem yang tidak sah
-Instruksi kecurangan Komputer
Memodifikasi perangkat lunak, penyalinan ilegal perangkat lunak, menggunakan perangkat lunak dengan cara yang tidak sah, menciptakan software untuk menjalankan kegiatan yang tidak sah
-Data Fraud
secara ilegal menggunakan, menyalin, browsing, mencari, atau merugikan data perusahaan
-Output fraud
Mencuri, menyalin, atau menyalahgunakan hasil cetakan komputer atau informasi yang ditampilkan.
Langganan:
Postingan (Atom)